<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390</id><updated>2012-01-04T18:53:12.977-08:00</updated><title type='text'>justJULIO</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390.post-7408575966252346832</id><published>2010-06-06T07:29:00.001-07:00</published><updated>2010-06-06T07:29:58.073-07:00</updated><title type='text'>WARNA</title><content type='html'>Warna adalah sesuatu yang sederhana yang hanya mendapat respon akibat  tangkapan mata, sehingga kadang membuat dikesampingkan oleh sebagian  pihak, namun tak jarang membuat orang berlama-lama memilihnya. Pihak  yang demikian memandang warna adalah getaran, dan getaran itu secara  sadar maupun tidak selalu kita respon, sehingga tak jarang warna  memengaruhi kenyamanan lingkungan dan mood. Dan warna yang kita kenakan  sehari-hari memengaruhi pandangan orang lain terhadap kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih sesuatu yang akan kita kenakan umumnya menyangkut urusan warna  dan motif. Malah untuk sebagian orang, pemilihan warna adalah masalah  paling sensitif. Ada kesan warna-warna tertentu dihindari, karena  sebagian pihak mengatakan, pada akhirnya selera dan kepribadian juga  berbicara. Mempelajari warna yang cocok dan sebaiknya dipakai membuat  ruang kreativitas kita untuk berada semakin terbuka luas. Di kemudian  hari, kita juga akan lebih cepat dalam memadupadankan warna yang kita  kenakan dengan berbagai elemen lainnya. Sebenarnya, tiap orang sah-sah  saja memakai warna apa pun, tapi image sebagai bagian dari institusi  kita berada harus dijadikan pertimbangan tersendiri, walaupun warna  merupakan sesuatu yang bersifat pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan pakaian, pemilihan warna banyak dihubungkan dengan warna  kulit, tidak pernah dihubungkan dengan ideologi apa pun. Karena warna  bersifat universal. Dari beberapa sumber yang saya baca, warna kulit  yang gelap dan terang menjadi pertimbangan utama. Untuk warna kulit yang  gelap, lebih baik memilih warna-warna yang justru kontras dengan warna  kulit. Warna yang terbaik untuk jenis kulit ini antara lain putih, pink,  khaki, abu-abu, baby blue; dan hindari warna seperti cokelat gelap,  hitam, magenta, turquoise, atau hijau daun. Untuk yang berkulit agak  kecoklatan perpaduan warna terang dan gelap akan bagus untuk mata  melihat. Warna kulit terang lebih mudah menyesuaikan, namun yang cocok  akan membuat kita terlihat lebih rileks, misalnya warna off-white,  cokelat, biru terang, beige, bold blue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna, bak pelangi, yang merupakan karunia Tuhan. Tak salah orang  menyebut hidup ini penuh warna, namun penempatan dan pemilihan warna  yang sesuai akan membuat lingkungan lebih nyaman dan bersahaja. Satu  kunci yang harus kita perhatikan adalah warna yang kita pakai haruslah  menyiratkan cahaya bersih. Jadi ingat yang dilantunkan oleh Sheila Majid  ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat pada si pelangi&lt;br /&gt;Seribusatu dimensi&lt;br /&gt;Warna sari dalam sinar hidup kita&lt;br /&gt;Menghiasi alam ini&lt;br /&gt;Inspirasi dunia seni&lt;br /&gt;Kusyukuri cindera mata Maha Esa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ku mencoba mengejari cita&lt;br /&gt;Aneka warna nan menawan hidupku&lt;br /&gt;Cinta teman setia menolong segala&lt;br /&gt;Terima kasih kuucapkan padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh warna warna pada dunia&lt;br /&gt;Ku terpesona, kau teristimewa&lt;br /&gt;Oh warna warna bagai bicara&lt;br /&gt;Menyeli hati sanubariku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya kelabu&lt;br /&gt;Membuat hatiku pilu&lt;br /&gt;Tersenyum ku bila warna ceria tiba&lt;br /&gt;Berbagai cerita rupa&lt;br /&gt;Emosi suka dan dunia&lt;br /&gt;Mewarnai kehidupan alam maya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna sari pagi mendamaikan hati&lt;br /&gt;Tergambar indah suasana di jiwa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606094816457684390-7408575966252346832?l=justjulio-justjulio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/7408575966252346832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606094816457684390&amp;postID=7408575966252346832' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/7408575966252346832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/7408575966252346832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/2010/06/warna.html' title='WARNA'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390.post-4852472001031665403</id><published>2009-12-04T21:30:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T21:31:33.406-08:00</updated><title type='text'>Teruskanlah</title><content type='html'>Suatu ketidaksengajaan, hari itu saya berkendara berdua dengan rekan lama yang walaupun bekerja di gedung bersebelahan, namun sangat jarang untuk berbincang. Seperti sudah lama sekali tidak berjumpa, kala itu banyak diisi dengan bicara apa adanya dan apa saja, sampai saat dia bertanya tentang bagaimana kabar di tempat kerja. Saya hanya bicara singkat yang rupanya dianggap bahwa saya tidak ingin bercerita. Maka untuk beberapa saat suasana dalam mobil menjadi sepi, walaupun saya sangat ingin bercerita. Sebagai penggantinya, saya hidupkan tape mobil dan entah kenapa yang terdengar adalah lagunya Agnes Monica ini ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Pernahkah kau bicara&lt;br /&gt;       Tapi tak di dengar&lt;br /&gt;       Tak di anggap&lt;br /&gt;       sama sekali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Pernahkan kau tak salah&lt;br /&gt;       Tapi disalahkan&lt;br /&gt;       Tak diberi&lt;br /&gt;       kesempatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum tuntas lagu itu, tak terasa mobil sudah memasuki areal parkir. Kami berjalan berdua menuju gedung yang selama ini menjadi tempat bekerja, dan berpisah di tangga. Rekan saya berjalan lurus menuju gedung kantornya yang selalu bersahaja dan selalu berasa nyaman di dada. Dan saya menaiki tangga yang cukup membuat dada tersengal. Seperti biasa, setelah mencapai satu lantai, istirahat sejenak sebelum melanjutkan ke lantai berikutnya. Mata memandang ke tempat dimana banyak mahasiswa bergerombol menunggu praktikum, dan suasana kantor utama yang entah mengapa hari itu, untuk kesekian kalinya jadi terlihat berbeda di mata saya. Dan entah mengapa pula, saya melanjutkan langkah menaiki tangga sambil meresapi lanjutan lagu tadi ...   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;       Kuhidup dengan siapa&lt;br /&gt;       Ku tak tau kau siapa&lt;br /&gt;       Kau kekasihku tapi&lt;br /&gt;       orang lain bagiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Kau dengan dirimu saja&lt;br /&gt;       Kau dengan duniamu saja&lt;br /&gt;       Teruskan lah.. Teruskan lah&lt;br /&gt;       kau begitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Kau tak butuh diriku&lt;br /&gt;       Aku patung bagimu&lt;br /&gt;       Cinta buta&lt;br /&gt;       kebutuhanmu&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Darmaga, 02/12/09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606094816457684390-4852472001031665403?l=justjulio-justjulio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/4852472001031665403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606094816457684390&amp;postID=4852472001031665403' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/4852472001031665403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/4852472001031665403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/2009/12/teruskanlah.html' title='Teruskanlah'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390.post-5715770782145567731</id><published>2009-11-01T07:14:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T07:15:00.605-08:00</updated><title type='text'>Pembelajaran Orang Dewasa</title><content type='html'>Menyambung tulisan terdahulu tentang SCL (Student Center Learning), berikut saya ringkaskan alasan mengapa perlunya SCL diterapkan pada mahasiswa. Masih disampaikan oleh rekan saya dalam suatu acara seminar yang sama, alasannya adalah sederhana, yaitu karena mahasiswa adalah orang dewasa sehingga diperlukan proses pembelajaran yang harus disesuaikan dengan prinsip orang dewasa, yang berbeda dengan pendidikan dasar dan menengah. Cara belajar orang dewasa pasti berbeda dengan cara belajar anak-anak atau remaja. Orang dewasa sudah bisa menggunakan akal sehatnya untuk memilih dan berpikir optimal, sedangkan anak-anak belum sampai pada tahap tersebut. Begitu katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa adalah peserta belajar yang sudah dewasa dengan beberapa karakteristik, yaitu mandiri dan mengarahkan diri sendiri, berorientasi pada tujuan,  sudah mengumpulkan dasar pengalaman hidup dan pengetahuan, berorientasi pada relevansi, mempunyai kebanggaan, harga diri dan ego yang bisa menimbulkan resiko bila tidak dihormati. Di  samping itu peserta belajar dewasa cenderung bersikap praktis, berfokus pada aspek-aspek pelajaran yang paling berguna bagi pemenuhan kebutuhan atau pencapaian tujuannya. Dengan demikian diharapkan dosen dapat menyelenggarakan proses pembelajaran di perguruan tinggi secara efektif untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan saya menyajikan tiga kemungkinan orientasi belajar mahasiswa, yaitu mencari makna (meaning orientation), reproduksi (reproducing orientation), dan pencapaian (achievement orientation) atau orientasi strategik (strategic orientation). Bila mahasiswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena ketertarikannya terhadap materi yang dipelajarinya, motif ini merupakan motif akademik. Pada orientasi belajar mencari makna, motif belajar yang mendasarinya adalah motivasi pengembangan diri (aktualisasi diri). Mahasiswa melihat perguruan tinggi sebagai tempat kebenaran diujikan. Dengan demikian mahasiswa memiliki dorongan yang besar untuk mengembangkan minatnya di luar yang terdapat dalam kurikulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada orientasi belajar reproduksi,  mahasiswa melihat perguruan tinggi sebagai sarana untuk mepersiapkan pekerjaan (vokasional). Motivasi belajar mereka bersumber dari luar (motivasi ekstrinsik), yaitu berupa adanya kebutuhan untuk tercapainya suatu kualifikasi tertentu yang dibutuhkan bagi kerja mereka di kemudian hari. Mahasiswa dengan karakteristik orientasi belajar ini cenderung memiliki rasa takut yang besar terhadap kegagalan (fear of failure), dan cenderung membatasi perhatiannya pada apa yang diperkirakan akan keluar pada saat ujian. Dengan demikian, mahasiswa mengembangkan strategi belajar menghafal (rote learning).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa dengan karakteristik orientasi belajar pencapaian melihat perguruan tinggi sebagai tempat berkompetisi. Motif belajar yang dominan pada mereka adalah motif berprestasi (achievement) sehingga mereka memainkan peran sebaikmungkin sebagai mahasiswa. Mahasiswa akan menggunakan strategi penggunaan waktu dan tenaga yang efektif, seperti menyusun jadwal belajar, membuat catatan yang jelas, memenuhi batas waktu untuk penyelesaian tugas, serta melakukan kegiatan-kegiatan yang terencana dan terorganisir dalam kegiatannya. Nah, mahasiswa di ILKOM ini masuk ke dalam kelompok orientasi yang mana yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan saya juga menyajikan prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa, yaitu pertama, orang dewasa tertarik untuk mempelajari subjek-subjek yang memiliki relevansi langsung dengan kehidupan pribadi, cita-cita, pekerjaan atau karir mereka. Oleh karenanya, relevansi pembelajaran dan materinya harus benar-benar dipertimbangkan. Kedua, pengalaman (termasuk kesalahan-kesalahan) peserta didik memberi dasar bagi aktivitas-aktivitas pembelajaran. Mereka sudah terbekali dengan pengalaman-pengalaman yang memadai, sehingga pengalaman dan kesalahan harus menjadi dasar bagi aktivitas pembelajaran mereka. Ketiga, pembelajaran orang dewasa adalah problem-centered ketimbang content-oriented. Pembelajaran jenis ini dirancang sedemikian rupa sehingga menciptakan suasana yang mengarah kepada aktivitas-aktivitas pemecahan masalah (problem-solving activities). Dengan demikian, pembelajaran tidak terpusat pada isi materi tertentu, tetapi mengacu kepada hal-hal praktis dan menghargai pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik (prior knowledge).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh, dosen ternyata memiliki tugas yang sangat mulia untuk melaksanakan prinsip pembelajaran orang dewasa. Dan untuk itu, orang dewasa belajar dengan baik apabila menyangkut mana yang menarik baginya dan ada kaitan dengan kehidupannya sehari-hari.  Orang dewasa belajar sebaik mungkin apabila apa yang ia pelajari bermanfaat dan praktis, juga apabila ia mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan secara penuh pengetahuannya, kemampuannya dan keterampilannya dalam waktu yang cukup. Proses belajar dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman lalu dan daya pikir dari warga belajar. Dorongan semangat dan pengulangan yang terus menerus akan membantu seseorang belajar lebih  baik. Saling pengertian yang baik dan sesuai dengan ciri-ciri utama dari orang dewasa membantu pencapaian tujuan dalam belajar. Jadi, yuk kita bersama-sama menjadi orang dewasa yang memiliki tanggungjawab, dan membawa mahasiswa untuk ikut serta menjadi orang dewasa, dan juga berusaha untuk bersikap sebagai orang dewasa. Usia tua belum tentu bisa dewasa, dan usia muda juga tidak menghalangi untuk menjadi orang dengan sikap lebih dewasa, bahkan mungkin orang muda dapat lebih dewasa dibanding orang usia tua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606094816457684390-5715770782145567731?l=justjulio-justjulio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/5715770782145567731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606094816457684390&amp;postID=5715770782145567731' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/5715770782145567731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/5715770782145567731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/2009/11/pembelajaran-orang-dewasa.html' title='Pembelajaran Orang Dewasa'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390.post-3704576320222087179</id><published>2009-10-28T17:27:00.000-07:00</published><updated>2009-10-28T17:28:36.748-07:00</updated><title type='text'>Pembelajaran Kontekstual</title><content type='html'>Di suatu acara seminar pembelajaran multimedia di suatu perguruan tinggi, saya berkesempatan menyimak paparan rekan sesama pemakalah. Beliau menyajikan dua judul presentasi, salah satunya yang akan saya bagi cerita di sini adalah pembelajaran kontekstual yang lebih dikenal dengan istilah Student Center Learning (SCL). Mungkin soal ini sudah banyak dikupas di pelatihan pekerti, yang sampai kini pun belum pernah saya ikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan tadi menyajikan dengan sangat menarik, diawali dengan kutipan dari Benjamin Franklin yang sarat makna, yaitu: "Tell me and I forget. Teach me and I may remember. Involve me and I will learn". Dari sini saya merenung, apakah selama ini saya di kelas hanya bercerita yang membuat mahasiswa melupakannya, hanya mengajar yang membuat mahasiswa menghafal, atau lebih membuat mahasiswa untuk belajar sehingga lebih berkembang? Ternyata saya merasakan bahwa banyak hal yang harus saya lakukan untuk menjadi dosen yang baik. Apalagi jika dihubungkan dengan penilaian yang biasa dilakukan, apakah hanya menilai kemampuan minimal penguasaan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap sesuai sasaran kurikulum; ataukah menilai kompetensi seseorang untuk dapat melakukan tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu? Sangat berat ternyata untuk melakukan itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata selama ini saya masih pada tahap traditional teaching, yang hasilnya membuat mahasiswa D3C (duduk, dengar, diam, catat), memiliki kemampuan konseptualisasi yang terbatas, tahu/hafal materi pelajaran, tetapi tidak tahu aplikasinya di dunia nyata, apatis, dan tidak dapat "think outside the box". Nah, dalam SCL, demikian rekan saya tadi memberi tekanan, sudahkan kita melakukan proses pembelajaran bercirikan hal-hal berikut: (1) Fokus  pada  proses; (2) Penekanan  pada  mengetahui  "bagaimana"; (3) Dosen  berperan  sebagai  fasilitator,  narasumber,  dan  mitra; (4) Siswa  bekerja  dalam  kelompok/tim, secara kolektif  dan  kolaboratif; (5) Siswa  bekerja  secara  independen; (6) Siswa  aktif  membangun  dan  mensintesa pengetahuan  dari  banyak  sumber; (7) Kegiatan  belajar  fleksibel dan tak selalu di dalam  kelas; dan (8) Penilaian  dengan  berbagai cara. Oleh karena itu, dalam SCL, metode yang harus dilakukan adalah: (1) Pembelajaran dengan berbagi pengalaman (information sharing); (2) Pembelajaran dengan pengalaman (experience based, experiential learning); dan (3) Pembelajaran melalui pemecahan masalah (problem-solving based).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tidak semua matakuliah dapat 100% dilakukan pembelajaran seperti itu, namun minimal menjadi tugas saya sebagai dosen untuk membuat pembelajaran lebih berpusat pada mahasiswa, bukan pada dosen. Sulit sekali ternyata, dan saya makin lebih banyak merenung lagi mendengar paparan terakhir rekan saya tersebut, yang berusaha menyimpulkan dalam satu kalimat: "Kampus tempat mahasiswa belajar, BUKAN tempat dosen mengajar".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606094816457684390-3704576320222087179?l=justjulio-justjulio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/3704576320222087179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606094816457684390&amp;postID=3704576320222087179' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/3704576320222087179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/3704576320222087179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/2009/10/pembelajaran-kontekstual.html' title='Pembelajaran Kontekstual'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390.post-3512347951617369985</id><published>2009-10-26T20:32:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T20:35:11.907-07:00</updated><title type='text'>Three in One</title><content type='html'>Sudah menjadi keinginan di setiap masa ujian mahasiswa, saya selalu berusaha untuk mengantar anak ke kampus dengan tujuan agar dia dapat tenang menuju tempat ujian, tanpa dibebani oleh kemacetan dan suasana jalan yang kurang nyaman. Karena saya berasumsi bahwa suasana batin dan pikiran akan mendorong otak bekerja lebih positif, terutama dalam menjawab soal-soal di ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin itu, sambil akan mempersiapkan ujian matakuliah yang saya asuh, saya berangkat bersama anak dan dua temannya menuju kampus. Di jalan, bertiga mereka serius belajar, terutama dua mahasiswa di belakang. Melihat itu, saya membuka pembicaraan, "Udah, jangan tegang, santai saja". Langsung ditukas oleh mereka, "Ini bukan tegang untuk hari ini Om, tapi besok". "Kenapa?", saya bertanya agak keheranan. Ternyata, "Besok saya kena three in one. Masak ujian sampai tiga matakuliah". Saya melongo mendengar jawaban itu, dan merasa kasihan juga. Untungnya mereka mahasiswa yang tabah dan menerima segala resiko apa pun yang dilakukan oleh IPB ini terhadap mahasiswanya, walaupun terbayang bagaimana kebingungan mempersiapkan belajar menghadapi ujian Metode Kuantitatif pukul 08:00-10:00,  Pemrograman Tak Linier pukul 10.30-12.30, dan Sistem Operasi pukul 13:30-15:30 dalam satu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di kampus langsung mempersiapkan ujian matakuliah yang diikuti ratusan mahasiswa di Grawida. Lembar soal langsung dibagi walaupun jam masih menunjuk pukul 13:00, sedangkan ujian pukul 13:30. Tepat pukul 13:20, mahasiswa dipersilakan masuk dan menempati kursi yang ada berkas ujian di atasnya. Seperti syair dalam lagu jaman mahasiswa dulu, "malapetaka pun melanda ...", M-N=120, dimana M adalah jumlah mahasiswa, dan N adalah jumlah berkas, alias berkas kurang ratusan eksemplar. Ya sudah lah, itu mungkin karena salah perhitungan, tetapi telah membuat kurang nyaman pada diri mahasiswa dan semua pihak. Akhirnya ujian diundur 30 menit untuk beberapa mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malapetaka kedua muncul, beberapa mahasiswa tidak dapat ujian akibat pengunduran waktu, karena ada ujian di jam berikutnya. Selesai persoalan itu diatasi oleh rekan dosen lainnya, muncul malapetaka ketiga, ruang Grawida akan dipakai ujian matakuliah lain pada jam berikutnya, sehingga akan terganggu akibat pengunduran waktu 30 menit tersebut. Akhirnya, ujian yang seharusnya 2.5 jam, dipersingkat menjadi 2.0 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, three in one tidak hanya ada di Jakarta, tetapi ada juga di masa ujian ini. Tiga matakuliah dan juga tiga malapetaka menjadi satu. Setelah memohon ampun pada Allah dan berwudlu, saya teriak sekencang-kencangnya di mobil dalam perjalanan menuju Bogor, sambil tak terasa menetes air mata. Cengeng memang, tetapi beban itu terasa sangat berat untuk saya lalui. Di 15 menit setelah itu, saya mencoba membuang semua pikiran itu dengan memutar lagu di CD bajakan saya, terdengar lagunya D'Masiv yang kebetulan saya hafal reff-nya sehingga membuat saya ikut bersenandung keras-keras ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kau hancurkan aku dengan sikapmu&lt;br /&gt;   Tak sadarkah kau telah menyakitiku&lt;br /&gt;   Lelah hati ini meyakinkanmu&lt;br /&gt;   Cinta ini membunuhku&lt;br /&gt;   ...&lt;br /&gt;   ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606094816457684390-3512347951617369985?l=justjulio-justjulio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/3512347951617369985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606094816457684390&amp;postID=3512347951617369985' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/3512347951617369985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/3512347951617369985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/2009/10/three-in-one.html' title='Three in One'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390.post-958869194737526777</id><published>2008-06-17T19:19:00.000-07:00</published><updated>2008-06-17T19:20:13.889-07:00</updated><title type='text'>The Three and Forbidden Kingdom</title><content type='html'>Di sela-sela makan siang bersama rekan-rekan di kampus, seseorang yang sebenarnya juga mahasiswa saya di salah satu kelas ekstensi bercerita sebuah film berjudul Forbidden Kingdom, yang dibintangi oleh Jacky Chan, Jet Li, dan Michael Angarano. Dia sangat menyukai adegan duel kungfu antara Jacky Chan yang kocak dengan Jet Li yang serius dan mematikan. Tertarik dengan cerita itu, saya mengajak dua rekan nonton film tersebut di Studio Bellanova, Sentul keesokan harinya. Sebelumnya, hari Senin, saya memeriksa jam main dan judul film yang diputar, dan ternyata benar, film tersebut sedang diputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa sore, sepulang kantor jam 16:00, kami bertiga berangkat nonton film tersebut yang diputar jam 17:35. Sepuluh menit sebelum film diputar, kami sudah tiba di Bellanova, dan langsung menuju loket, kemudian masuk gedung karena pintu sudah dibuka. Tak lupa sebelumnya, rekan saya membeli makanan dan minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, film utama diputar sementara kami masih sibuk membuka minuman dan mengatur posisi makanan, sehingga tidak begitu memperhatikan pembuka di film tersebut. Setelah lama film diputar, kami belum menemukan kapan Jacky Chan muncul. Yang ada justru Andy Lau. Saya sempat bertanya ke salah satu rekan, "Hai, mana Jacky Chan nya yah". Rekan saya spontan menjawab, "Nanti Pak, di akhir film", katanya seperti sangat paham dengan film tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai film berakhir, ternyata tidak ada Jacky Chan maupun Jet Li. Dan memang ternyata, yang kami tonton bukan The Forbidden Kingdom, melainkan The Three Kingdom, yang dibintangi oleh Andy Lau, Maggie Q, dan Sammo Hung. Ampun deh. Karena terlanjur ingin melihat duel kungfu Jacky Chan dan Jet Li, maka keesokan harinya, kami lanjutkan acara nonton ke Sukasari-21, karena di sana diputar film The Forbidden Kingdom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kami selalu berujar, bahwa kami sudah nonton sebuah film dengan durasi agak panjang, judulnya adalah The Three and Forbidden Kingdom. Untungnya juga, film tersebut didukung oleh pemain cantik Liu Yifei, yang selalu membawa alat musik. Dan saat ditanya oleh Jason (Michael Angarano) mengapa selalu bermain musik, Liu Yifei menjawab, "Music is the bridge of heaven". Setuju banget.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606094816457684390-958869194737526777?l=justjulio-justjulio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/958869194737526777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606094816457684390&amp;postID=958869194737526777' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/958869194737526777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/958869194737526777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/2008/06/three-and-forbidden-kingdom.html' title='The Three and Forbidden Kingdom'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390.post-7132029449171036218</id><published>2008-05-01T19:09:00.000-07:00</published><updated>2008-05-01T19:10:36.573-07:00</updated><title type='text'>Wisata Religi</title><content type='html'>Atau wisata ritual? Bingung saya menuliskan istilah yang tepat untuk aktivitas yang pernah saya lakukan beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi tradisi, setiap survei ke daerah selalu dibarengi dengan acara lain yang cenderung jarang dilakukan dalam keseharian bekerja, seperti makan makanan khas, mengunjungi tempat-tempat indah, dan aktivitas peregangan pikiran lainnya secara gratis, karena dibiayai oleh pihak pemberi pekerjaan. Namun kali ini, aktivitas yang dilakukan adalah mengunjungi (rekan saya memberi istilah sowan) ke tempat-tempat yang bernuansa religi, yaitu masjid dan makam para wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari melakukan sholat Maghrib dan Isya di masjid Demak. Entah kenapa, kami melakukan sholat tersebut dalam suasana agak lain dan sangat khusyuk, yang sering saya sulit lakukan dalam keseharian di Bogor. Waktu itu adalah Kamis malam, dan selepas Isya, kami lanjutkan sowan ke makam wali Demak dan beberapa makam lainnya, yang sudah saya pelajari sehari sebelumnya melalui sebuah buku sederhana seharga lima ribu. Banyak masyarakat membaca tahlil dan tahmid dengan khusyuk membuat saya terkagum. Betapa besar kecintaan masyarakat kepada Allah sang pencipta, nabi, dan para wali. Saya dan rekan pun melakukan ziarah dan membaca shalawat dan berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sowan dan ziarah kami lanjutkan ke makam Sunan Kalijaga, yang berada tidak jauh dari masjid dan komplek makam Demak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai itu semua, perjalanan kami lanjutkan menuju Semarang menggunakan kendaraan minibus yang kami bawa dari Bogor. Tepat pukul 03.15, padahal saya dan rekan sudah menunggu sejak pukul 22.00 di Stasiun Tawang, kami berangkat menuju Surabaya menggunakan kereta Sembrani. Di Surabaya, saya dan rekan ziarah ke makam ayah dan ibu dari rekan yang telah wafat beberapa tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu hari Jumat, saya dan rekan melanjutkan perjalanan survei ke Gresik. Di sela itu, saya dan rekan sholat Jumat di masjid Komplek Sunan Giri. Dengan kelelahan fisik akibat survei dan perjalanan, tidak membuat saya mengantuk saat mendengarkan khotbah Jumat, yang saat itu menggunakan bahasa Jawa secara halus. Hingga usai, saya dan rekan melanjutkan sowan dan ziarah ke makam Sunan Giri. Suasana sangat ramai dan masyarakat berlomba-lomba berdoa dan membaca tahlil dan tahmid dengan khusyuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntas dengan semua acara sowan tadi, saya sempatkan pulang ke kampung halaman, sebuah desa di daerah Pasuruan yang udaranya sangat panas. Untuk melengkapi aktivitas wisata religi ini, saya ditemani rekan sejawat tadi, melakukan ziarah ke makam ayahanda tercinta, yang telah meninggalkan kami semua beberapa bulan sebelumnya. Sedih, teharu, dan semua perasaan berkecamuk di saat saya duduk bersimpuh di samping makam ayahanda tercinta, yang telah berjuang keras menjalani hidup untuk mengantar tiga anaknya menjalani kehidupan ini. "Sepurane Pak, aku gak sempet mbales semuanya", demikian terucap dalam hati sambil menahan sedih yang cukup dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat istirahat sore hari, saya dikontak rekan untuk ikut acara ngobrol santai di Malang. Dengan badan yang sangat lelah, saya berangkat menuju Malang untuk memenuhi undangan rekan tadi. Sesampai di sana, ternyata saya diajak pergi ke suatu daerah yang cukup jauh, sekitar satu jam perjalanan, tempat seorang baik, yang memiliki padepokan untuk menyembuhkan pemuda yang terkena narkoba dan penyakit remaja lainnya. Dengan mata menahan kantuk, saya seakan merekam semua pembicaraan dan mengambil banyak hikmah kehidupan ini, yang nanti akan saya ceritakan pada tulisan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, dalam beberapa hari, saya menjalani wisata religi dan menangkap betapa indahnya kehidupan beragama yang telah saya lihat. Agama terlihat sangat damai, dan penuh kasih sayang sesama, menjunjung tinggi derajat orang yang telah berjasa, serta sangat dekat dengan Sang Pencipta. Semua ini dibungkus dengan budaya setempat yang juga indah, dan bersahaja. Sangat berbeda dengan kelompok yang membawa agama untuk merusak properti orang lain, tidak ada toleransi dalam sesama, menguasai kebenaran versi kelompok tersebut, dan selalu menganggap orang yang bukan kelompoknya adalah salah, serta selalu melanggar aturan formal yang ada. Bahkan, tidak jarang bersedia menghancurkan orang lain, serta secara sistemik masuk ke arena kekuasaan di segala lini, hanya untuk mengganti kelompok yang ada dengan kelompok mereka sendiri, dengan menomorduakan aspek profesionalisme, toleransi, dan keberagaman budaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606094816457684390-7132029449171036218?l=justjulio-justjulio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/7132029449171036218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606094816457684390&amp;postID=7132029449171036218' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/7132029449171036218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/7132029449171036218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/2008/05/wisata-religi.html' title='Wisata Religi'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390.post-6553547132243178367</id><published>2008-04-24T20:52:00.001-07:00</published><updated>2008-04-24T20:53:31.689-07:00</updated><title type='text'>Meninggalkan Gedung Rektorat</title><content type='html'>Hari ini, 10 Maret 2008, ada acara pelantikan pejabat struktural di lingkungan IPB. Dan mulai hari ini pula aku resmi keluar dari gedung rektorat, dan meninggalkan urusan administrasi IT (Information Technology) di IPB ini. Ingatan menembus batas waktu ke 20an tahun lalu, saat di Gedung UPT Komputer Kampus Baranangsang, atau yang sering disebut gedung kaca. Saat itu, mulailah suatu pekerjaan "gila", yaitu membuat program manajemen database menggunakan Fortran berempat bersama pak Syamsun, Ahmadi, dan Sachlani. Baris-baris program ribuan dalam kertas berlembar-lembar ditelusuri dan dianalisis, untuk membuat program yang kira-kira nantinya seperti program dBASE. Belum tuntas kegiatan itu, yang dilakukan dengan sering begadang di gedung kaca, tiba-tiba telah diluncurkan program aplikasi dBASE. Sejak saat itu, proyek pembuatan program tersebut berhenti tanpa tahu lagi dimana source code nya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1993an, saat aku melanjutkan sekolah di UI Depok, Pak Siswadi, Dekan FMIPA saat itu, memintaku untuk mengelola jaringan komputer di FMIPA. Aku senang menerima pekerjaan ini karena sudah menjadi tantangan bagiku agar tersedia jaringan di lingkungan kerja, dan dapat ber-internet sambil bekerja. Tak jarang aku dan rekan-rekan, termasuk mahasiswi, memanjat tembok tinggi untuk memasang kabel dan switch di lingkungan FMIPA, Kampus IPB Baranangsiang. Dengan dukungan Pak Sis dan rekan-rekan, akhirnya MIPAnet, begitu kami menyebutnya, dapat terpasang dengan baik, dan FMIPA menjadi salah satu fakultas di IPB yang memiliki jaringan LAN dan Internet yang cukup memadai waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, mulailah aku aktif menulis di milis IPB untuk ikut menyumbang pikiran tentang berbagai hal terkait dengan IT. Hal ini rupanya yang mendorong Pak Aman (Rektor IPB saat itu), untuk memanggilku dan mengelola IT di IPB menjadi Kepala UPT Komputer. Apa yang pernah aku lakukan di FMIPA sebelumnya, coba aku terapkan di rektorat IPB. Dan sejak saat itu, mulailah aku terlibat dalam urusan struktural dan administrasi bidang IT di IPB ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era pak Mattjik, rektor IPB berikutnya, dilakukan perubahan struktur organisasi, dan mulailah aku mengelola hal yang sama dan menjadi Kepala Kantor Pengembangan Sistem Informasi. Sejak saat ini, dengan program IT IPB yang dicanangkan oleh Pak Mattjik, IT di IPB mencoba mengejar ketertinggalan dibanding perguruan tinggi lainnya. Hal yang monumental terjadi saat dibangunnya jaringan Fiber Optik yang mencakup seluruh kawasan Kampus IPB Darmaga, sehingga pengelolaan sistem informasi menjadi lebih mudah. Namun demikian, dengan perubahan prosedur di segala bidang, banyak timbul masalah di dalam penerapan sistem informasi, seperti penjadwalan, KRS, dan sebagainya. Semua itu dilalui dengan semangat kerjasama dan kekeluargaan, serta saling mendukung berbagai pihak. Suasana kerja yang diciptakan pak Mattjik sungguh sangat baik, walaupun dengan beban pekerjaan yang sangat berat, dapat dipikul secara perlahan dan pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua lamunan itu seperti memutar film dokumenter dan menontonnya sambil berjalan menaiki tangga rektorat sampai masuk lift menuju ruangan pelantikan pejabat di lantai 6 gedung rektorat. Jam sudah menunjuk pukul 09.30, yang berarti aku sudah terlambat setengah jam. Saat membuka pintu ruangan pelantikan, terasa ada yang mengganjal, yang rupanya ruangan sudah penuh sehingga pintu terhalang oleh yang hadir di dalam. Oleh karena itu, aku berjalan menuju pintu masuk sebelah kiri, tetapi dengan sigap, seorang panitia yang duduk di meja front-desk menegur dan mendekatiku dan berkata, "Maaf Pak, daerah sana untuk perempuan. Laki-laki di daerah sini", demikian sambil menunjuk ke arah pintu masuk yang penuh tadi. Saat itu, seperti melihat film dan tiba-tiba lampu padam dan gelap. Demikiankah awal perubahan ini? Dan setelah acara usai, saat memberi ucapan selamat, beberapa pejabat yang akan memberi selamat, sibuk mencari dan memanggil istrinya, yang telah terpisah saat memasuki ruangan pelantikan pejabat di era sekarang ini. Lucu aku melihatnya dan menahan tertawa di bibir sambil berjalan memberi selamat kepada pejabat baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat aku bertanya-tanya dalam hati, tiba-tiba perutku yang sedang lapar berbunyi dan harus segera menyantap opor ayam yang sudah tersedia. Untungnya, opor ayam tersebut tidak diberi label juga, "Maaf, ini ayam perempuan".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606094816457684390-6553547132243178367?l=justjulio-justjulio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/6553547132243178367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606094816457684390&amp;postID=6553547132243178367' title='24 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/6553547132243178367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/6553547132243178367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/2008/04/meninggalkan-gedung-rektorat.html' title='Meninggalkan Gedung Rektorat'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390.post-7071843296580342884</id><published>2008-04-17T00:29:00.000-07:00</published><updated>2008-04-23T00:38:59.944-07:00</updated><title type='text'>KOMUNIKASI</title><content type='html'>Seorang rekan dosen meminta kepada mahasiswa bimbingannya untuk mengganti lembar pengesahan skripsinya karena mahasiswa salah menuliskan gelar pembimbingnya. "Tolong diganti, saya gelarnya 'Komp.', pake huruf 'p', bukan 'Kom'. Nanti dikira saya lulusan bidang komunikasi", demikian pinta sang dosen. "Baik Pak, segera saya ganti, saya mohon maaf", mahasiswa dengan sigap menimpali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi cerita seorang dosen senior di IPB, yang dikontak oleh suatu konsultan asing, yang sedang membutuhkan tenaga bidang Teknologi Komunikasi. Oleh stafnya, konsultan tersebut menelusuri di Internet, dan ditemukanlah nama beliau yang memang ahli komunikasi. Tetapi konsultan tidak menelusuri lebih jauh, ternyata Bapak dosen tadi ahli komunikasi masyarakat/massa, bukan teknologi komunikasi (baca: komputer) yang diinginkan konsultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi massa dan teknologi komunikasi/komputer memang sering tertukar di kalangan masyarakat luas atau awam. Tetapi, kalau di lingkungan akademik, dua hal itu sangat jarang tertukar, kecuali kalau memang sengajar ditukar-tukar agar orang lain bingung, atau untuk keperluan politik-politikan. Di suatu institusi, ada dibuat unit komunikasi untuk menampung aktivitas komunikasi institusi dengan stakeholder, tetapi ujung-ujungnya ternyata "hanya" untuk teknologi komputer. Apalagi kalau ditambah dengan istilah Sistem Informasi yang sudah meliputi infrastruktur komunikasi data, manajemen informasi, dan aplikasi/prosedur. Jadi makin aneh dan redundant kalau ada unit bernama Komunikasi dan Sistem Informasi. Tau ah ... gelap .... ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606094816457684390-7071843296580342884?l=justjulio-justjulio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/7071843296580342884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606094816457684390&amp;postID=7071843296580342884' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/7071843296580342884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/7071843296580342884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/2008/04/komunikasi_17.html' title='KOMUNIKASI'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390.post-6464828367498480474</id><published>2008-02-17T18:48:00.001-08:00</published><updated>2008-02-17T18:49:08.186-08:00</updated><title type='text'>REZIM MORAL</title><content type='html'>Istilah ini cukup mengagetkan karena selama ini rezim terkait dengan kelompok penguasa yang dalam kurun tertentu menggunakan kesewenangannya untuk hal-hal yang kurang menyentuh nilai masyarakat kebanyakan. Jika ditambah dengan istilah moral, yang berkonotasi pada sikap dan perilaku sesuai dengan norma agama, menurut saya menjadi kontradiktif dan mengagetkan. Tetapi jika ditelusur jalan panjang kehidupan  di lingkungan kita ini, istilah rezim moral seringkali menjadi benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu rezim moral? Istilah ini muncul dari seorang Ayu Utami, penovel muda dan cantik, yang telah menulis sebuah monolog tentang bagaimana moral digunakan untuk menggapai sesuatu yang banyak menimbulkan gejolak. Moral jauh diunggulkan untuk mengalahkan sisi profesional dan intelektual. Disebutkan seorang laki-laki penjual minuman dengan badan yang super gemuk di jalan raya Jakarta, di siang bolong dengan sinar matahari memanggang, dia membuka bajunya karena panas yang menyengat sehingga  terlihat (maaf) payudaranya, dan akhirnya ditangkap petugas karena melanggar Undang-undang Anti Pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu kasus nyata, "pertengkaran" seorang kepala sekolah suatu SMU dengan guru Biologi yang tidak bersedia mengajarkan materi Teori Darwin karena sang guru bersikukuh bahwa Teori Darwin tersebut bertentangan dengan keyakinan yang dimilikinya. Sama halnya dengan seorang mahasiswa yang bersikukuh tidak mau membaca buku rujukan suatu mata kuliah karena buku tersebut ditulis oleh ilmuwan berkebangsaan Amerika. Semua orang seperti menjadi lupa bahwa ada sesuatu yang bersifat universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan terhadap sesuatu sangat baik dan memang perlu mendapat apresiasi jika dibarengi dengan pengetahuan dan wawasan yang tinggi. Segala sesuatu tidak seharusnya semua dilihat sebagai hitam dan putih, sehingga mengesampingkan kewajiban bisa menjadi bermanfaat bagi sesama. Menjadi pertanyaan jika bersikukuh mempertahankan suatu keyakinan, sementara tanggung jawab sesuai dengan predikat yang disandangnya tidak dapat dipenuhi. Seorang guru yang ngotot tidak mau mengajarkan Teori Darwin, tetapi dalam kesehariannya selalu terlambat masuk kelas, menggunakan sandal ke kampus, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sungguh, rezim moral makin terlihat nyata, di hampir setiap sudut. Itu tak apa selama dibarengi dengan rasa tanggung jawab, dan banyak mengedepankan profesional dan intelektual dalam bertindak, dan bahwa keyakinan itu bukan mutlak untuk dikuasai, dan juga bukan mutlak untuk menguasai. Saya jadi ingat kata bijak dari Almarhum Pak Andi yang juga tertulis di bagian atas webmail IPB, "Berfikir dan berdzikirlah secara berimbang".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606094816457684390-6464828367498480474?l=justjulio-justjulio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/6464828367498480474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606094816457684390&amp;postID=6464828367498480474' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/6464828367498480474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/6464828367498480474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/2008/02/rezim-moral.html' title='REZIM MORAL'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390.post-2481747274136382022</id><published>2008-02-15T00:29:00.002-08:00</published><updated>2008-02-15T00:34:36.994-08:00</updated><title type='text'>SINETRON</title><content type='html'>Saya ini termasuk orang yang tidak menyukai tayangan sinetron, yang banyak menjual mimpi dan mempermainkan daya pikir dan nalar orang ke hal-hal yang tidak realistis. Beda dengan ibu saya, yang punya tayangan sinetron favorit pada jam-jam tertentu. Selama sebulan lebih, saya sering menemani ibu sambil bermanja-manja di depan televisi. Itu makanya saya jadi tahu bagaimana liku-liku cinta antara Cahaya, Raka, Talita dan Satria. Dan tahu bagaimana mobil mewah yang digunakan oleh bu Pertiwi, dan juga keluarga seorang pejabat, ayahnya Satria. Disinilah kadang lamunan menerawang, betapa enaknya memiliki itu semua. Paras yang rupawan, mobil dan rumah mewah, serta harta yang melimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatan berjalan ke masa lampau, saat saya punya lamunan betapa enaknya memiliki mobil dan uang yang cukup. Namun demikian saya jalani hidup dengan motivasi tinggi untuk bekerja keras agar bisa memberi manfaat bagi orang lain, dan saya bisa mampu melakukan semua tanggung jawab dengan baik. Saya lulus dari IPB tahun 1984, dan menjadi pegawai honorer di UPT Komputer sekaligus asisten di Jurusan Statistika dengan honor sebesar 75 ribu rupiah. Ongkos angkutan umum saat itu sekitar 500 rupiah sekali jalan. Dengan tinggal di Laladon dan kantor di Baranangsiang, dibutuhkan uang 5000 rupiah PP. Untuk menghemat, saya jalan kaki dari rumah menuju jalan besar di Sindangbarang, sehingga hanya dibutuhkan 2000 rupiah PP tiap hari. Oleh karena itu, di dalam tas selalu tersedia jas hujan, payung, senter, dan sebotol air minum. Itu semua untuk peralatan jalan kaki melewati pematang sawah di sepanjang Laladon-Sindangbarang untuk mencapai jalan besar agar terhindar dari ongkos tinggi untuk ojek atau becak. Apalagi pulang kerja selalu hari sudah larut malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1987 saya menikah, dan status kepegawaian masih honorer. Tahun 1989 Inne lahir, dan saat itu bertepatan dengan pengangkatan saya sebagai CPNS. Akibat kebutuhan meningkat, dimulailah kerja keras dengan mengajar dan menjadi konsultan di tempat lain pada malam harinya. Alhamdulillah, pada usia dua tahun Inne, saya membeli mobil bekas, Hijet-1000 warna merah dengan harga 3.5 juta rupiah, dari uang pinjaman ke orang tua, yang akhirnya tidak saya kembalikan. Jadi, dalam waktu 5 tahun lebih, saya jalani bekerja sekuat tenaga mengejar impian tadi. Dan jika saya ukur hingga kondisi sekarang, sudah 24 tahun telah saya lewati. Namun, impian sekarang seperti kehidupan keluarga Satria, jika dibandingkan, ternyata masih jauh. Apalagi kalau dengan ukuran yang sama, saya membandingkan dengan pak Mattjik misalnya, yang sudah jauh lebih lama menjalani kehidupan dan bekerja ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu mengapa, saya lebih baik berpikir, bagaimana bekerja dengan baik dan keras sesuai tanggungjawab yang diberikan, daripada selalu mencari cara untuk menggapai sesuatu yang belum tentu didapat. Apalagi dengan mengesampingkan nilai-nilai sosial, seperti yang dilakukan oleh Sakti dalam mendapatkan cinta Talita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606094816457684390-2481747274136382022?l=justjulio-justjulio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/2481747274136382022/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606094816457684390&amp;postID=2481747274136382022' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/2481747274136382022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/2481747274136382022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/2008/02/sinetron.html' title='SINETRON'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390.post-2561809388112435328</id><published>2008-02-11T02:09:00.000-08:00</published><updated>2008-02-11T02:10:26.588-08:00</updated><title type='text'>NASI AKING</title><content type='html'>Di kelas kuliah, saya pernah bertanya "Ada yang pernah lihat dan makan nasi aking?". Semua mahasiswa terdiam dan selanjutnya geleng kepala menandakan belum pernah. Umumnya semua pernah mendengar kata "Nasi Aking" dari televisi, melalui acara berita tentang betapa menderitanya rakyat akibat tekanan ekonomi yang makin sulit dan terutama harga beras makin tinggi. Namun demikian, saya bertanya dalam hati, bagaimana hubungannya antara nasi aking dengan penderitaan rakyat. Apalagi nasi aking dimakan tanpa lauk sedikitpun. Apakah mungkin itu akibat ukuran yang digunakan oleh wartawan TV berbeda dengan yang digunakan rakyat? Atukah memang demikian situasi penderitaan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu lalu saya pulang kampung sambil kebetulan ada acara presentasi tentang sistem informasi di suatu perusahaan di Gresik. Jarak kampung halaman dengan Gresik dapat ditempuh dalam waktu 3 jam berkendara. Di rumah, pada suatu sore di hari Sabtu itu, ibu saya menawarkan sesuatu dalam bahasa Jawa, "Yul, gelem sego karak (mau nasi "karak")?" Dengan gembira saya mengiyakan tawaran itu, karena memang sudah lama saya tidak merasakan "sego karak", yang dulu saat masih kecil, sering dan senang saya memakannya. Setiap malam, setelah semua anggota keluarga makan, selalu ada nasi sisa, dan itu dikeringkan keesokan harinya. Hasilnya dikumpulkan sampai sejumlah tertentu, kemudian dikukus dan selanjutnya diberi parutan kelapa, garam dan gula sedikit. Itulah yang disebut sebagai "sego karak", dan itulah yang selama ini disebut oleh televisi sebagai nasi aking, dan selalu dimakan tanpa tambahan lauk apa pun. Rasanya cukup enak menurut lidah orang Jawa, dan itu hobi banyak rakyat desa di sekitar kampung saya. Itulah mengapa saya selalu bertanya, apakah ada hubungan antara nasi aking dengan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kadang ukuran yang kita gunakan untuk melihat sesuatu, harus kita ubah agar yang kita rasakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Dan suara kebanyakan, bukanlah sesuatu yang harus dibenarkan. Justru kita harus merasakan yang orang lain rasakan, agar lidah kita tidak hanya terbiasa dengan segala sesuatu versi kita saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606094816457684390-2561809388112435328?l=justjulio-justjulio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/2561809388112435328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606094816457684390&amp;postID=2561809388112435328' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/2561809388112435328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/2561809388112435328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/2008/02/nasi-aking.html' title='NASI AKING'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390.post-1844821248127349326</id><published>2007-11-29T20:12:00.000-08:00</published><updated>2007-11-29T20:15:11.816-08:00</updated><title type='text'>MALU</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;color:#000000;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berdiskusi dan mengorek data dari para pemulung dan pedagang kecil di pasar Jepara pada suatu saat, sungguh membutuhkan kesabaran dan improvisasi. Dengan suasana yang panas dan kadang bau kurang sedap terlintas, namun karena tanggung jawab untuk memperoleh data yang baik, maka seperti kata iklan, itu adalah tantangan. Sama halnya ketika harus naik truk kelapa sawit dilanjut ojek menelusuri jalan berliku dan curam sejauh 40 km, bukan hal yang menghalangi untuk berdiskusi dengan masyarakat transmigran di pelosok Jambi, hanya karena tanggung jawab dan komitmen untuk mendapatkan data dan informasi yang memadai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di saat-saat seperti itu, banyak hal ditemui yang sering dapat menjadi cermin bagaimana suatu tanggung jawab dan komitmen dilakukan. Sebutlah bu Prapto, di tengah belantara kebun kelapa sawit, selalu tekun memasak sambil berusaha menambah penghidupan rumah tangganya dengan mengumpulkan sisa-sisa buah kelapa sawit yang tercecer di halaman. Dalam sebulan, uang yang terkumpul tidak sampai pada hitungan juta, namun tanggung jawab dan komitmen sebagai ibu rumah tangga, membuat rumahnya tetap bersih, rapi, dan enak untuk ditinggali. Lain lagi dengan pak Bandi, penjual sate di pasar Jepara, yang setiap hari selalu membeli daging kambing, memotong, menusuk, dan membakar sate, yang semuanya dilakukan sendiri. Yang membuat terhenyak adalah saat saya bertanya, “Bapak punya usaha lain?”. Jawabnya dengan suara berat sambil berdiri dengan sangat sopan, “Saya tidak bisa nyabang-nyabang, nanti urusan sate jadi keteteran”. Pak Bandi menyadari akan tanggung jawabnya sebagai tukang sate walaupun penghasilan di kota kecil seperti Jepara tidak terlalu cukup hanya dari berjualan sate. Di lain peristiwa, Pak Dudung, seorang pegawai di suatu instansi di Jakarta, bersedia menjadi sopir kami sepanjang perjalanan Medan-Mandailing Natal dengan waktu tempuh dua hari. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kami semua dapat mengendarai mobil, tetapi apa pun yang terjadi, pak Dudung tidak bersedia tergantikan, hanya karena mendapat tugas dan tanggung jawab untuk itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semua tanggung jawab itu, jika diukur dengan materi, sangat tidak sebanding, dan tidak sampai pada nilai juta. Namun dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh komitmen. Sama halnya saat mengambil data ke pelosok negeri yang membutuhkan waktu dan tenaga, nilai upahnya pun tak seberapa. Saya kembali melamun, dengan nilai uang dan tanggung jawab yang diberikan, ternyata sering suatu tanggung jawab terkesampingkan. Sebut saja mengajar, mengelola kantor, membimbing mahasiswa, anggota suatu panitia, dan hal lainnya yang sebenarnya menjadi keutamaan, dan ringan saja sebenarnya, ternyata tidak dapat terjalani dengan sebagaimana mestinya. Semoga Bu Prapto, Pak Bandi, atau Pak Dudung tidak mengetahui bagaimana saya yang sebenarnya. Malu akan sangat terasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606094816457684390-1844821248127349326?l=justjulio-justjulio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/1844821248127349326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606094816457684390&amp;postID=1844821248127349326' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/1844821248127349326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/1844821248127349326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/2007/11/malu.html' title='MALU'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390.post-1842945388575319608</id><published>2007-11-29T17:06:00.000-08:00</published><updated>2007-11-29T17:10:56.498-08:00</updated><title type='text'>GUYUB</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pada suatu saat di ruang kerja siang hari, saya kedatangan mahasiswa IPB …… “Perkenalkan Pak, saya Menteri Ini Itu mewakili Presiden kami yang tidak bisa datang bla bla bla … “, demikian ucapan sang mahasiswa dengan penuh formal dan sangat kaku. Saya terpukau dan makin terkejut saat rekan satunya duduk sambil menyilangkan kaki di ruang tamu kerja saya. Namun, semua itu saya simpan dalam hati sambil melayani dengan baik apa yang diinginkan oleh sang mahasiswa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Di waktu yang lain, saya melihat acara di sebuah stasiun TV, dimana seorang mahasiswa Jakarta diberi kesempatan menanggapi suatu persoalan ….. “Hidup Mahasiswa”, demikian teriakan pertama terdengar. Kemudian dilanjutkan dengan nada berapi-api, “…. kalau tidak demikian berarti kami menghianati perjuangan mahasiswa yang telah berhasil menumbangkan rezim Soeharto bla bla bla …”. Mendengar pertanyaan yang diajukan dan jawaban yang diberikan, mungkin dapat dikategorikan B jika diibaratkan dengan jenis soal ujian masa SMA tahun 80an dulu, yaitu dua hal yang benar, tetapi tidak berhubungan. Juga saat debat publik Calon Rektor IPB, pertanyaan mahasiswa pertama kali adalah … “Apakah rektor bersedia mengundurkan diri jika mahasiswa memintanya … bla bla bla ….”. Saya dalam hati, "Aturan dari mana mahasiswa bisa menurunkan Rektor? "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pada suatu kesempatan lain, saya melihat berita demo mahasiswa di salah satu TV, mahasiswa berteriak, “Saudara Presiden ….”, atau kadang … “Saudara Menteri ….”, bahkan pernah juga .. “Saudara Rektor ….”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Contoh-contoh tersebut mungkin akibat eforia posisi mahasiswa dalam peta perpolitikan nasional kala itu. Namun akhirnya tidak sedikit masyarakat memandang hanyalah beda tipis antara perilaku pejabat, politikus, dan mahasiswa. Lihatlah acara pemira saat ini, gambar dan spanduk sudah tak ubahnya seperti acara Pilkada pimpinan suatu daerah, baik gubernur, walikota, maupun bupati, bahkan pemilihan kepala desa. Foto calon Presma terpampang dengan anggun, dengan berbagai tulisan dan jargon-jargon … yah … sudah tidak beda dengan yang ada di luar kampus. Dan setelah terpilih pun, suasana sudah dibuat sama persis dengan yang ada di luar kampus. Hal ini bisa jadi, dianggap sebagai pembelajaran mahasiswa dalam mengelola suatu negara. Namun, sikap dan perilaku pejabat dan elit pimpinan, tanpa sadar, juga terbawa ke kampus. Lihat saja bagaimana sikap berhadapan dengan dosen, bagaimana sikap dalam mengungkapkan pendapat, bagaimana mengatur nada suara dalam bertutur, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pertanyaan yang sering muncul, mengapa organisasi mahasiswa tidak kembali guyub. Sekretariat menjadi tempat ngobrol santai seluruh lapisan mahasiswa, bukan melulu rapat-rapat formal. Sekretariat selalu mengedepankan sikap terbuka dan saling toleran, tidak “dikuasai” hanya oleh segelintir golongan tertentu. Semua dapat bercengkerama, saling tertawa, santai dan penuh tawa, dan bersama dengan semua golongan, semua agama, dan semua aliran sesuai dengan tingkat kehidupan mahasiswa yang ceria namun penuh makna. Kegiatan dibuat dengan cakupan semua golongan dan agama mahasiswa, tidak terkungkung hanya dalam satu komunitas saja. Acara seminar, workshop, training, pentas musik, pentas tari, olahraga, bakti sosial, dan banyak acara yang bersifat global yang harus terus digalakkan dan berkesinambungan. Dengan demikian, kehidupan mahasiswa akan lebih semarak, yang berakibat dapat saling mendukung untuk bersama-sama menyelesaikan studi dengan baik dan tepat waktu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ah, itu hanya lamunan saya yang sudah kurang paham dengan kehidupan mahasiswa saat ini. Baiknya lamunan itu saya kembalikan saja ke lagu tua dari Koes Plus yang sedang saya nikmati ini …….. yang dulu selalu dapat dilakukan mahasiswa sambil duduk di rerumputan menirukan irama yang sedang didendangkan rekan lainnya di salah satu panggung pentas seni di kampus Baranangsiang kala itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Andaikan kau datang kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Jawaban apa yang kan ku beri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Adakah jalan yang kau temui&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Untuk kita kembali lagi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Bersinarlah bulan purnama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Seindah serta tulus cintanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Bersinarlah terus sampai nanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Lagu ini kuakhiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606094816457684390-1842945388575319608?l=justjulio-justjulio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/1842945388575319608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606094816457684390&amp;postID=1842945388575319608' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/1842945388575319608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/1842945388575319608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/2007/11/guyub.html' title='GUYUB'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390.post-4263489280166370286</id><published>2007-06-03T19:18:00.000-07:00</published><updated>2007-06-03T19:37:13.023-07:00</updated><title type='text'>Maryeti</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_9YgmVtrVbpQ/RmN4IL4A2jI/AAAAAAAAAAM/lceo-cVnCgw/s1600-h/jampi-sumbar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072029687371323954" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_9YgmVtrVbpQ/RmN4IL4A2jI/AAAAAAAAAAM/lceo-cVnCgw/s320/jampi-sumbar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kamis subuh di bulan Mei, saya berlima berangkat dengan Batavia menuju Jambi untuk memulai suatu kegiatan penelitian di salah satu lokasi transmigrasi di Jambi, dan satu lagi di Sumatera Barat. Perjalanan hari itu sangatlah melelahkan dan menggunakan berbagai moda transportasi secara lengkap. Turun dari pesawat dilanjutkan dengan mobil Kijang menempuh perjalanan hingga tengah malam menuju kota Tebo. Esok paginya kami lanjutkan perjalanan selama sekitar 4 jam. Karena jalanan tidak memungkinkan dilalui mobil Kijang, kami lanjutkan dengan naik truk yang biasa digunakan mengangkut kelapa sawit. Setelah makan siang yang secara tulus diberikan oleh seorang bernama Bu Prapto di suatu desa terpencil (terima kasih Bu, Anda sangat baik dan tulus, yang sulit ditemui di manapun saat ini), kami naik ojek menempuh perbukitan sepanjang sekitar 40 Km. Pantat terasa sangat pegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan penelitian, perjalanan dilanjutkan dengan naik ojek sepanjang 15 Km menuju sungai Batanghari untuk menyeberang menggunakan perahu motor tempel, dan kami selanjutnya naik minibus menuju wisma di Kabupaten di Tebo. Esoknya menuju Padang dan menginap satu malam di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu pagi kami menuju lokasi transmigrasi di daerah Pariaman, di pinggir pantai. Sebelum mulai penelitian, kami disuguhi ikan bakar untuk makan siang. Hmmm .. mak nyus rasanya. Setelah selesai semua, sambil menunggu rekan mengurus administrasi ke sekretaris wali nagari, saya menuju sebuah warung kelontong untuk minum teh botol karena udara sangatlah panas. Disinilah sesuatu momen tak terlupakan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menikmati teh botol dingin, datang seorang wanita hampir sebaya dengan saya, dibalut sebuah daster agak lusuh, dan kulit yang gelap karena sering tersengat matahari, dan rambut agak tak terurus rapi. Sambil jalan, dia terus menatap ke arahku yang membuat aku agak kikuk. Tiba-tiba, sambil setengah berteriak, " .... Pak Julio yah ... iya iyaaaaa ... pak Julio .. dari IPB ...." sambil tiba-tiba memeluk pundakku. Orang tua dan beberapa rekan di toko itu terperanjat ..... dan ternyata, dia bekas mahasiswa saya .... anggap saja Maryeti namanya ...... yang ternyata dulu sangat sering bersama di tempat kost untuk belajar Matematika dan Statistika. Maka, berceritalah dia sampai saat ini mengapa ada di daerah Pariaman .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sanggup saya ceritakan di sini .... tetapi ... Oh Maryeti ........ mungkin itu sudah jalanmu. Semoga engkau tabah menjalaninya dan di kemudian hari dapat kau temui kesuksesan dan kedamaian hidup sesuai dengan pendidikan yang telah engkau lalui dulu .......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606094816457684390-4263489280166370286?l=justjulio-justjulio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/4263489280166370286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606094816457684390&amp;postID=4263489280166370286' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/4263489280166370286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/4263489280166370286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/2007/06/maryeti.html' title='Maryeti'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9YgmVtrVbpQ/RmN4IL4A2jI/AAAAAAAAAAM/lceo-cVnCgw/s72-c/jampi-sumbar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390.post-5489370445930850651</id><published>2007-04-19T02:12:00.000-07:00</published><updated>2007-04-19T02:20:18.518-07:00</updated><title type='text'>Malam Itu</title><content type='html'>Sudah ada di rencana bahwa malam tadi, pertama mengambil kaca mata yang sudah hampir seminggu dibuat. Juga karena mata ini makin hari makin menyiksa karena sudah tidak dapat berkompromi untuk dipakai membaca atau melihat monitor. Jadi harus aku ambil malam tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ada pembicaraan project yang harus aku lakukan jam 7 tepat, dan kesempatan ini harus aku lakukan karena dari sini aku bisa dapat tambahan tabungan yang memang sedang aku butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, aku juga harus ke dokter untuk menyembuhkan salah satu penyakit lamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, semua bubar dan tak ada yang aku lakukan selain pulang dan tidur tengkurap sambil menahan pedih dan amarah yang luar biasa. Semua itu hanya bermula dari fitnah, dan sifat egoisme seseorang yang liar biasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606094816457684390-5489370445930850651?l=justjulio-justjulio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/5489370445930850651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606094816457684390&amp;postID=5489370445930850651' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/5489370445930850651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/5489370445930850651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/2007/04/malam-itu.html' title='Malam Itu'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1606094816457684390.post-8697951619822558527</id><published>2007-04-19T02:04:00.000-07:00</published><updated>2007-04-19T02:10:45.260-07:00</updated><title type='text'>Nonton Nagabonar Jadi 2</title><content type='html'>Sabtu siang (13/04/07) selepas ngajar, kemana yah langkah kaki akan dibawa. Ke tempat yang biasa dilakukan, sekarang sudah tidak lagi. Iseng2 buka situs 21Cineplex, terbaca judul Film Nagabonar. Wow ... baru ingat kalau ada rasa ingin sekali nonton film itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar kata orang, itu film paling okey ... tawa dan sedih bergantian. Sering juga terbahak-bahak. Baru kali ini rasanya kutemui lagi film Indonesia yang patut ditonton. Pedihku hilang sudah .... Makasih Dedy Mizwar, Anda sangat briliant.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1606094816457684390-8697951619822558527?l=justjulio-justjulio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/feeds/8697951619822558527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1606094816457684390&amp;postID=8697951619822558527' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/8697951619822558527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1606094816457684390/posts/default/8697951619822558527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://justjulio-justjulio.blogspot.com/2007/04/nonton-nagabonar-jadi-2.html' title='Nonton Nagabonar Jadi 2'/><author><name>JULIO ADISANTOSO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14014258394807456742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
